![]() |
| Wisuda bersama tiga kawan terbaik |
Friday, October 21, 2016
Euforia Wisuda (Semoga) Kegembiraan Seumur Hidup
Ucapan Terimakasih
Vivant professores, panjang umur para professor, pendidik-pendidik!
Mungkin terdengar seperti lembar Acknowledgement, namun ini bukan yang ada di dalam skripsi saya.
Dalam suasana penuh syukur ini, ijinkan saya mengucap syukur pada Tuhan, Allah Yang Mahabaik, Allah yang penuh kebesaran yang menganugerahkan kehidupan yang indah, keselamatan, dan pertolongan di setiap cobaan. Sungguh besar nama Allah, di bumi dan di surga dimuliakan selama-lamanya. Amin.
Saya ingin berterimakasih pada teman-teman semua, terutama teman-teman di jurusan Sastra Inggris.
Thank you, Oni, Satrio, Ribka, Rendi, Beti, Manyun, Rani, Bagas, Mirta, Akbar, Ainur, Ran, Kana, Virda, Rendy Cebol, Bibob, Octa, Levinda, Soelis, Mita, Mimir, Fisa, Sena, Coco, Andre, Dinny, Mega, Dewi, Septa, Shinta, Niken, dan semua teman jurusan yang baik, terimakasih! Sungguh menggembirakan menjalani 4 tahun bersama kalian semua! Mungkin saya terlihat banyak diam sepanjang waktu, namun saya sungguh menikmati kebersamaan dan selalu dipenuhi kegembiraan ketika bersama teman-teman. Setiap kali melewati atau masuk kampus, saya selalu merasa aman dan gembira meskipun sudah lulus dan tidak mengikuti perkuliahan seperti dulu. Saya selalu merasa menjadi bagian dari kelas. Sungguh bahagia! Terimakasih, kawan-kawan!!!!
Terimakasih juga untuk kawan baik saya Stanlee, Jashinta, budhe, keluarga saya, mas Yoga, Vrida, Bernardus, dan Laura! Dukungan dan perhatian kalian sungguh sangat berarti dan menghidupkan semangat dalam keterpurukan, terutama pada musibah dulu hingga di saat bangkit dan kembali ke tugas pokok menyelesaikan studi. Terimakasih, Tuhan memberkati!
Sungguh, saya juga sangat bersyukur pernah dididik dan diajar oleh orang-orang hebat seperti Pak Adnan dan Pak Johannes yang inspiratif, kedua dosen pembimbing, pak Kukuh yang sabar dan bu Maya yang seringkali memberi bantuan dan dukungan, serta semua pendidik dan staff yang telah ramah dan membantu saya, sebagai ucapan terimakasih, saya berdoa supaya Allah membalas semua jasa dengan berkah dan pahala melimpah; semoga senantiasa sehat dan sukses !
Universitas Negeri Malang, tercinta! Saya selalu merasa menjadi bagian dari universitas, sekalipun saya tahu akan jarang kembali kesana. Di luar, saya merasa seperti pecahan bintang yang berusaha menciptakan terang yang berguna bagi kehidupan banyak insan. Atau, seperti pejuang yang diutus ke negeri asing, sekarang saya memulai langkah saya di dunia luar dengan berbekal kecakapan yang telah didapat di tempat penempaan.
Terimakasih! Terimakasih para professor, pendidik, dan semua bagian dari Universitas!
Vivat academia, panjang umur Universitas!
Vivant professores, panjang umur para professor, pendidik-pendidik!
Semper sint in flore! Semoga selalu berkembang dalam karya!
Tuesday, October 4, 2016
Melamar Pekerjaan
Akhir Pekan di Trenggalek
"Meng jane wis mangan lo"
"Meng jarene urong mangan?"
"Meng mangan pecel mbok ndhower nggarai mules"
"Meng..meng... mengkeret"
Begitulah candaan mblitar kami di sepanjang perjalanan ke Trenggalek.
Susahnya Urusan dengan Birokrasi
Sunday, August 28, 2016
0!
Pada siang hari ini saya terbangun, kira-kira pukul 15:00. Saya tidur lagi dan bangun satu jam kemudian, dan mendapati sesuatu yang mirip seperti kesedihan bercampur kegelisahan. Saya bertanya-tanya, mengapa perasaan semacam ini tiba-tiba datang.
Setelah mencoba menimbang-nimbang segala faktor, saya menyimpulkan bahwa: pertama, mungkin karena saya belum mendapat pekerjaan; kedua terasa jelas ini adalah kesepian karena sudah jarang lagi berkumpul dengan teman-teman; dan ketiga, mungkin karena ketidakpercayaan diri untuk melaksanakan tanggungjawab untuk keluarga saya.
Satu encouragement yang kerapkali saya andalkan adalah bahwa saya akan dapat melakukannya dengan bantuan dan berkat Tuhan. "Things will change, I will change. God bless me and I'll be able to handle every circumstance and bear any responsibility."
Itulah yang saya percaya selama ini.
Setelah tenggelam dalam kegundahan dan permenungan singkat ini, saya keluar rumah. Hari sudah agak gelap dan halaman basah karena hujan. Terjadi suatu silentium seperti biasanya. Hujan menghentikan semua aktivitas, dan membawa keheningan.
Hmm, saya benar-benar 0!
Bagaimana Kabar Saya?
Segala urusan di kampus telah hampir selesai. Ini adalah saatnya mencari pekerjaan atau apalah orang menyebutnya. "Setelah lulus mau kerja apa?" Pertanyaan ini mungkin sama sensitifnya dengan "wisuda kapan?" atau "bagaimana skripsimu?"
Beberapa orang mungkin sedih apabila tidak memiliki jawaban yang melegakan untuk si penanya dan dirinya sendiri. Sayapun juga demikian.


